Mengenal DNS-over-HTTPS (DoH) dan DNS-over-TLS (DoT): Mana yang Lebih Aman?
Di era digital seperti sekarang, privasi dan keamanan saat browsing bukan lagi kebutuhan sekunder. Salah satu aspek penting dalam keamanan internet adalah cara DNS (Domain Name System) bekerja. DNS pada dasarnya seperti “buku kontak” internet yang menerjemahkan nama domain (seperti flazznetworks.com) ke alamat IP. Tapi sayangnya, sistem DNS tradisional tidak terenkripsi, sehingga bisa disadap. Nah, di sinilah DNS-over-HTTPS (DoH) dan DNS-over-TLS (DoT) hadir sebagai solusi.
Artikel ini akan membahas perbedaan DoH dan DoT, bagaimana cara kerjanya, dan mana yang lebih aman untuk pengguna internet sehari-hari.
Sejarah Munculnya DoH dan DoT
Sebelum munculnya DoH dan DoT, semua permintaan DNS dikirim dalam bentuk plain text (teks terbuka), yang artinya siapa pun di jalur jaringan bisa mengintip atau bahkan memodifikasi permintaan tersebut. Dengan meningkatnya ancaman digital dan kebutuhan akan privasi, komunitas teknologi dan IETF (Internet Engineering Task Force) mulai merancang metode untuk mengenkripsi DNS.
- DoT diresmikan terlebih dahulu pada tahun 2016 melalui RFC 7858.
- DoH menyusul kemudian dan disahkan sebagai standar pada tahun 2018 melalui RFC 8484.
Meskipun lebih baru, DoH lebih cepat diadopsi oleh browser modern karena bisa diintegrasikan langsung ke dalam lalu lintas HTTPS.
Apa Itu DNS-over-HTTPS (DoH)?
DoH adalah protokol yang mengenkripsi permintaan DNS menggunakan HTTPS. Ini berarti permintaan DNS akan tersembunyi di balik lalu lintas HTTPS biasa, membuatnya lebih sulit untuk disensor atau disadap oleh pihak ketiga seperti ISP atau pengintai jaringan.
Cara kerja singkat DoH:
- Saat pengguna mengetik alamat website, permintaan DNS dikirim ke server DNS lewat protokol HTTPS (port 443).
- Lalu lintas terenkripsi, tidak bisa dibedakan dari traffic HTTPS biasa.
- Server DNS merespons dan memberikan alamat IP ke browser secara aman.
Kelebihan DoH:
- Sulit diblok karena menyatu dengan HTTPS biasa.
- Privasi lebih terjaga dari ISP.
- Kompatibel dengan banyak browser modern seperti Firefox, Chrome, Edge.
Kekurangan DoH:
- Bisa mem-bypass kontrol jaringan lokal (misalnya parental control atau firewall).
- Konsumsi resource lebih tinggi karena routing ke server DNS luar.
- Manajemen jaringan jadi lebih rumit bagi admin jaringan.
Apa Itu DNS-over-TLS (DoT)?
DoT adalah protokol yang mengenkripsi DNS menggunakan TLS (Transport Layer Security), protokol yang juga dipakai untuk mengamankan komunikasi di web. Namun, DoT berjalan di port berbeda, yaitu 853.
Cara kerja singkat DoT:
- Permintaan DNS dikirim melalui koneksi TLS khusus ke server DNS.
- Komunikasi terenkripsi, tapi terpisah dari lalu lintas HTTPS biasa.
- Respon diberikan secara aman ke perangkat pengguna.
Kelebihan DoT:
- Lebih mudah diatur oleh administrator jaringan.
- Tetap memberi enkripsi penuh seperti DoH.
- Tidak mengganggu kontrol jaringan seperti firewall atau filtering.
Kekurangan DoT:
- Bisa dikenali dan diblok oleh ISP karena pakai port khusus.
- Tidak semua aplikasi dan perangkat mendukung DoT.
Perbandingan DoH vs DoT
| Fitur | DoH | DoT |
|---|---|---|
| Port | 443 (HTTPS) | 853 (khusus DNS) |
| Kompatibilitas | Browser modern (Chrome, Firefox) | OS-level (Android, Linux, dll) |
| Deteksi oleh ISP | Lebih sulit | Lebih mudah |
| Bisa diblok oleh firewall? | Lebih sulit | Lebih mudah |
| Kontrol jaringan | Sulit dikendalikan admin | Lebih mudah dikontrol |
| Kinerja | Tergantung lokasi server | Biasanya lebih stabil |
Mana yang Lebih Aman?
Secara teknis, baik DoH maupun DoT sama-sama menggunakan TLS untuk mengenkripsi DNS. Jadi tingkat keamanannya setara. Namun, dari sisi privasi pengguna, DoH punya keunggulan karena lebih sulit dideteksi dan diblok oleh pihak ketiga.
Tapi kalau dilihat dari sisi manajemen jaringan, DoT lebih ideal karena tetap aman tapi bisa dikontrol oleh sistem filtering jaringan. Jadi jawabannya tergantung:
- Kalau kamu pengguna umum yang ingin privasi maksimal: DoH bisa jadi pilihan terbaik.
- Kalau kamu pengelola jaringan yang butuh stabilitas dan kontrol: DoT lebih cocok.
Pengaruh di Dunia Hosting, VPN, dan Proxy
Penggunaan DoH dan DoT juga punya dampak langsung ke industri layanan seperti web hosting, VPN, dan proxy:
- Hosting: Server DNS internal bisa ditingkatkan dengan DoT untuk mengamankan komunikasi internal antar server.
- VPN: Beberapa VPN menyediakan DoH sebagai opsi tambahan untuk privasi ekstra.
- Proxy: Bila DoH digunakan di client-side, routing DNS bisa mem-bypass proxy, sehingga perlu konfigurasi khusus agar tetap aman.
Pelanggan Flazz Networks yang menggunakan layanan VPS atau hosting disarankan untuk mempertimbangkan penerapan DNS terenkripsi, terutama bagi yang mengelola data sensitif atau membangun sistem multi-user.
Apakah DoH/DoT Selalu Lebih Baik daripada DNS Biasa?
Secara umum, jawabannya ya. Tapi ada beberapa skenario di mana DNS biasa masih digunakan, terutama:
- Dalam jaringan internal perusahaan yang sudah sangat terkendali.
- Dalam sistem perangkat lama yang belum support DoH/DoT.
- Saat troubleshooting koneksi yang bermasalah.
Namun secara keseluruhan, trend global menunjukkan transisi ke DNS terenkripsi makin masif dan tidak bisa dihindari.
Tips Praktis Buat Pengguna Awam
- Pilih resolver DNS tepercaya seperti Cloudflare (1.1.1.1) atau Google (8.8.8.8)
- Gunakan browser yang mendukung DoH dan aktifkan fiturnya.
- Di Android, aktifkan DNS privat untuk perlindungan menyeluruh.
- Hindari aplikasi DNS pihak ketiga yang tidak jelas asal-usulnya.
Apa Itu DNSCrypt dan Bagaimana Dibandingkan?
Selain DoH dan DoT, ada satu lagi protokol DNS terenkripsi bernama DNSCrypt. Ini adalah protokol yang lebih lama dan tidak disahkan oleh IETF, tapi masih digunakan oleh beberapa pengguna teknikal karena fleksibilitasnya.
DNSCrypt vs DoH/DoT:
- DNSCrypt lebih fleksibel, tapi kurang terintegrasi dengan sistem modern.
- DoH dan DoT punya dukungan lebih luas dan resmi.
- DNSCrypt lebih cocok untuk pengguna tingkat lanjut.
Kesimpulan: Pilih yang Sesuai Kebutuhan
DoH dan DoT punya kelebihan masing-masing, dan sama-sama meningkatkan keamanan serta privasi saat online. Untuk pengguna rumahan, DoH di browser saja sudah cukup. Tapi kalau ingin perlindungan di seluruh sistem, DoT di level sistem operasi bisa jadi pilihan yang lebih baik.
Yang penting, keduanya jauh lebih aman dibanding DNS biasa yang tanpa enkripsi. Flazz Networks sendiri menyarankan pengguna layanan hosting dan VPS untuk mulai mempertimbangkan penggunaan DNS terenkripsi sebagai bagian dari kebiasaan digital yang lebih sehat.



